Penerapan teknologi Space Frame Masjid An Nubuwwah menjadi bukti nyata penggunaan Konstruksi Baja Modern berukuran besar di Provinsi Lampung. Menurut pengamatan kami, sampai sekarang belum ada masjid lain di Lampung yang menggunakan teknologi terbaru ini. Tempat ibadah megah ini tepatnya berlokasi di Dusun Muhajirun, Desa Negararatu, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.
Sebagai salah satu masjid terbesar di Lampung, An Nubuwwah berdiri kokoh di atas lahan seluas 8.632 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 3.526 meter persegi yang terdiri dari dua lantai. Dengan kapasitas daya tampung hingga 6.000 jemaah, masjid ini berfungsi sebagai pusat kegiatan Pondok Pesantren Al-Fatah serta Sekolah Tinggi Al-Quran STISA Abdullah bin Masud Online (STISA-ABM Online) dan masyarakat.
Saat ini, STISA-ABM Online sendiri telah mengelola 4 Program Studi (Prodi) unggulan, yaitu:
- Ilmu Al-Quran dan Tafsir
- Ekonomi Syariah
- Hukum Keluarga Islam (HKI)
- Pendidikan Agama Islam (PAI)
Sejarah mencatat, penekanan sirine sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid An-Nubuwwah dilakukan pada 7 November 2014 oleh Zulkifli Hasan, yang kala itu menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI). Atas izin Allah (Qadarullah), proses peresmian mulainya fungsi masjid pada 4 Mei 2018 juga dipimpin langsung oleh beliau.
Zulkifli Hasan, tokoh pemimpin asli putra daerah Lampung ini, kini mengemban amanah sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia dalam susunan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Apa Itu Space Frame Structure?
Dalam istilah ketekniksipilan Indonesia, Space Frame Structure lebih dikenal dengan Struktur Rangka Ruang. Sistem ini merupakan sebuah metode struktural yang ringan, kaku, serta berbentuk seperti jaringan rangka yang saling terintegrasi satu sama lain.
Struktur ini terdiri dari komponen penyangga yang saling terhubung erat oleh ball joint (bola baja) dan disusun membentuk pola geometris tiga dimensi yang stabil (umumnya pola segitiga).
Sistem sambungan ball joint ini memiliki keunggulan fleksibilitas yang tinggi sekaligus sangat kuat dalam menahan gaya tekan maupun gaya tarik. Distribusi gaya ini menjadi perhatian khusus para ahli struktur demi menjamin keamanan konstruksi.
Adanya gaya vertikal (gravitasi) berupa Dead Load (beban mati) dan Live Load (beban hidup) sangat menentukan dalam pemilihan profil baja yang tepat. Penggunaan profil dengan momen inersia yang tinggi menjadi kunci utama untuk mengatasi masalah lendutan atau risiko kegagalan akibat gaya vertikal tersebut.
Selain itu, analisis terhadap beban lateral seperti Wind Load (beban angin) dan Seismic Load (beban gempa) yang menghasilkan gaya inersia juga ditransfer secara aman menuju pondasi melalui titik sambung yang kuat.
Pada realitasnya, struktur baja tidak pernah hanya memikul satu jenis beban tunggal, melainkan dirancang untuk menahan kombinasi terburuk dari berbagai beban yang terjadi bersamaan sesuai aturan standar SNI.
Di sinilah letak keunggulan utama sistem Space Frame: rangkaian pola segitiga yang disatukan oleh ball joint memastikan seluruh beban eksternal didistribusikan secara merata (berjemaah) ke seluruh komponen struktur, sehingga menghasilkan tingkat stabilitas yang luar biasa.
Dasar Ilmiah Space Frame Sebagai Pilihan Arsitektur Masjid An-Nubuwwah
Pemilihan struktur rangka ruang untuk Masjid An-Nubuwwah didasarkan pada pertimbangan ilmiah dan fungsional yang matang, antara lain:
1. Bentang Lebar Tanpa Penopang Internal (Bebas Kolom Tengah)
Kemampuan ruang untuk menutupi area yang sangat luas tanpa memerlukan kolom penopang internal (tiang tengah) adalah ciri khas utama dari teknologi ini. Di dalam arsitektur masjid, ketiadaan tiang tengah memiliki fungsi yang sangat krusial agar tidak memutus barisan (shaff) shalat jemaah.
Selain itu, interior yang lapang membuat jemaah bisa lebih fokus dan memiliki pandangan jelas tanpa terhalang menuju area Mihrab, baik saat menyimak khutbah, kajian ilmiah, maupun seminar.

2. Tahan Lama dan Efisiensi Perawatan jangka Panjang
Dibangun menggunakan material logam berkualitas tinggi, struktur rangka ruang ini memiliki ketahanan yang sangat tinggi terhadap korosi dan kerusakan cuaca. Secara umum, konstruksi baja space frame memiliki masa pakai minimal 30 hingga 50 tahun.
Melalui program perawatan rutin—seperti inspeksi visual satu tahun sekali serta pelapisan ulang anti-korosi (galvanizing) setiap 3 hingga 5 tahun—sistem ini bahkan mampu bertahan hingga usia 50 sampai 100 tahun.
Biaya perawatannya pun tergolong rendah karena bagian kubah dilapisi material sejenis keramik yang memiliki kemampuan self-cleaning (otomatis bersih ketika tersapu air hujan) tanpa perlu pengecatan ulang secara berkala.
Jika dihitung sejak peresmiannya pada tahun 2018, masa layak pakai struktural Masjid An-Nubuwwah diproyeksikan aman hingga tahun 2068 (rentang 50 tahun). Garis waktu teknis ini berjalan selaras dengan target jangka panjang Rencana Induk Pengembangan (RIP) Perguruan Tinggi Al-Quran STISA-ABM Online periode 2017 – 2067 yang dirancang dalam beberapa fase strategis:
- Tahun 2017-2027: Fase Perintisan Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an.
- Tahun 2027-2037: Transformasi menjadi Institut Ilmu Al-Qur’an unggul di wilayah Sumatera.
- Tahun 2037-2047: Pengembangan menuju Universitas Al-Qur’an unggul tingkat nasional dan regional.
- Tahun 2047-2067: Puncak visi utama menjadi Universitas Al-Qur’an berkelas internasional (World Class University).
3. Rasio Kekuatan Terhadap Berat yang Optimal
Space frame menawarkan keunggulan berupa rasio kekuatan terhadap berat yang sangat mengesankan. Jaringan penyangga yang saling terhubung mampu membagi tegangan secara merata, menjadikan keseluruhan struktur atas bangunan sangat kokoh meskipun bobot total materialnya relatif ringan. Hal ini mempermudah proses mobilisasi dan perakitan di lapangan sehingga lebih hemat biaya.
4. Desain Fleksibel dan Estetis
Sistem rangka ruang sangat fleksibel untuk mengakomodasi berbagai bentuk arsitektur modern, baik berupa kanopi melengkung, atap datar, maupun kubah setengah bola yang megah. Fleksibilitas desain ini memungkinkan perancang mewujudkan visual masjid yang menakjubkan tanpa sedikit pun mengurangi aspek keamanan struktur.
5. Mendukung Efisiensi Energi
Rangka ruang ini dapat dipadukan secara modular dengan berbagai jenis material penutup atap modern. Sebagai contoh, panel atap tembus cahaya (translucent) untuk memaksimalkan pencahayaan alami di siang hari atau integrasi panel surya (solar panel) dapat dipasang dengan mudah guna menekan konsumsi energi listrik operasional masjid.
Harapan besar menyertai berdirinya bangunan megah ini. Semoga Masjid An-Nubuwwah dapat terus dimakmurkan oleh segenap civitas akademika, para santri, dan masyarakat luas. Tidak sekadar menjadi tempat ibadah, pusat kegiatan ini diproyeksikan menjadi pusat riset-riset ilmiah untuk menciptakan ilmu-ilmu baru guna memecahkan berbagai masalah yang dihadapi manusia modern berbasis nilai-nilai Al-Quran, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui pemeliharaan bangunan yang tepat, tempat ini siap menjadi pusat peradaban dan syiar Islam yang membawa kedamaian bagi semesta alam (Rahmatan lil ‘Alamin).
TENTANG PENULIS: H. Heri Budianto, MT. > Penulis adalah Tenaga Ahli Struktur dalam Proyek Pembangunan Masjid An Nubuwwah, Lampung.

























