IKN, Khandaq – Tren positif investasi IKN terbaru kembali dibuktikan dengan masuknya modal asing berskala raksasa. Investor kakap asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), melalui Ayedh Dejem Group, resmi menyepakati proyek pembangunan kawasan terpadu (mixed-use) di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp 4 triliun.
Kesepakatan kerja sama strategis ini ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, bersama Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Sayedh Dejem.
Pembangunan Mal hingga Masjid Megah di Jantung KIPP
Dalam proyek raksasa ini, investor Dubai IKN tersebut akan mengelola lahan premium seluas 9,7 hektare yang terletak di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A, tepat di sebelah Plaza Bhineka Tunggal Ika. Di area strategis tersebut, mereka akan membangun kompleks perkantoran modern, pusat perbelanjaan (mal megah), area komersial, serta fasilitas ibadah berupa masjid ikonik.
Pihak Otorita IKN menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan bahwa tahapan awal proyek akan segera berjalan. Proses konstruksi fisik di lapangan ditargetkan bakal dimulai pada pertengahan tahun 2027 mendatang.
“Estimasi nilai investasinya kurang lebih sekitar Rp 4 triliun. Langkah awal akan difokuskan pada pendetilan perencanaan, pengurusan izin, hingga proses lelang kontraktor yang memakan waktu paling lambat satu setengah tahun sejak penandatanganan PKS,” ujar Sudiro Roi Santoso dalam keterangan resminya.
Sudiro juga menambahkan bahwa seluruh rangkaian pembangunan fisik komersial ini diproyeksikan akan terus berjalan secara bertahap hingga lima tahun ke depan.

Rekam Jejak Ayedh Dejem Group di Sektor Real Estat Global
Masuknya Ayedh Dejem Group ke ranah domestik tentu bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu konglomerat konstruksi ternama yang berbasis di Dubai, perusahaan ini telah memiliki rekam jejak yang panjang dalam mengembangkan berbagai proyek berskala megah di kawasan Timur Tengah. Pengalaman mereka dalam merancang area komersial dan hunian terpadu diharapkan mampu membawa standar baru yang bertaraf internasional ke dalam pembangunan infrastruktur di Nusantara.
Keterlibatan pengembang internasional kelas dunia ini sekaligus menegaskan ke tingkat global bahwa iklim investasi di Indonesia, khususnya di wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dinilai sangat aman, menjanjikan, dan memiliki kepastian hukum yang kuat bagi para pemodal asing.
Alasan Pengembang Dubai Optimis dengan Proyek IKN
Syeikh Ayedh Dejem selaku pimpinan tertinggi Ayedh Dejem Group mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat masif, khususnya di wilayah Nusantara, menjadi alasan utama pihaknya berani menanam modal besar.
Menurutnya, IKN yang sedang berkembang pesat otomatis membutuhkan proyek-proyek infrastruktur penunjang berskala besar untuk memenuhi kebutuhan populasi di masa depan.
“Sektor real estat di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar. Sebagai pengembang yang berbasis di Dubai—salah satu pusat ekonomi top dunia—kami melihat peluang emas untuk ikut mendorong pertumbuhan kawasan terpadu di Nusantara,” tutur Syeikh Ayedh.
Sebagai informasi, komitmen investasi ini telah melalui proses matang. Rombongan delegasi asal Dubai tersebut tercatat sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi IKN serta menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) sejak Mei 2025 lalu. Prosesi penandatanganan kerja sama komersial ini juga dikawal ketat oleh jajaran deputi dan direktorat Otorita IKN demi memastikan kelancaran realisasi investasi di lapangan.
Dampak Positif Terhadap Sektor Ekonomi dan Tenaga Kerja Lokal
Proyek senilai puluhan triliun rupiah ini juga diproyeksikan akan membawa multiplier effect atau dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat Indonesia. Selama masa persiapan dokumen hingga eksekusi konstruksi fisik pada pertengahan tahun 2027 nanti, megaproyek ini dipastikan akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal, mulai dari sektor arsitektur, teknik sipil, hingga buruh bangunan.
Selain penyerapan tenaga kerja, rantai pasok material konstruksi domestik juga akan ikut terdorong. Kehadiran fasilitas gaya hidup modern seperti pusat perbelanjaan dan kompleks perkantoran ini nantinya juga diharapkan bisa menarik minat lebih banyak aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat umum untuk segera menetap dan beraktivitas di lingkungan IKN secara berkelanjutan.
Sebagai informasi, komitmen investasi ini telah melalui proses matang. Rombongan delegasi asal Dubai tersebut tercatat sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi IKN serta menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) sejak Mei 2025 lalu. Prosesi penandatanganan kerja sama komersial ini juga dikawal ketat oleh jajaran deputi dan direktorat Otorita IKN demi memastikan kelancaran realisasi investasi di lapangan.























